Hai.. sobat Creatikom, bagaimana nih kabarnya?
Semoga semuanya dalam keadaan baik yaa <33
Oh iya buat sobat Creatikom yang menjalankan ibadah puasa tetap semangat yaaa..
Well anyway, sesuai topik dan judulnya kita bakal ngebahas soal “ghosting”
hmmmm agak sensitif yah topik kali ini 😁
Ayo ngaku, siapa di sini yang pernah di-ghosting atau justru melakukannya? hmm, atau jangan-jangan justru kamu enggak sadar sudah melakukan hal itu?
Nah, mendengar kata “ghosting” pasti sudah tidak asing lagi bagi kita yaa, khususnya para millenial.
Ghosting: when someone cuts off all communication without explanation
Dalam Cambridge Dictionary mengartikan ghosting sebagai sebuah cara ketika seseorang memilih untuk menghentikan semua bentuk komunikasi secara tiba-tiba. Dari sini, bisa dikatakan bahwa ghosting adalah ketika seseorang yang kita kenal dekat tiba-tiba menghilang atau tidak berkomunikasi lagi dengan kita tanpa sebuah alasan.
Ya, tanpa chat, tanpa telepon, tanpa closure. Menghilang begitu saja. Seperti tidak pernah ada. Apa jangan-jangan beneran hantu, ya? 😶
Ghosting juga dianggap sebagai cara komunikasi agresif pasif untuk mengakhiri sebuah hubungan. Ibarat kata nih, si kang gosting diam-diam menghilang namun makna diam yang dia tunjukkan itu justru menyerang mental (perasaan) yang dighosting secara tidak terlihat. Diam itu pasif dalam tindakan fisik tetapi aktif dalam memberikan makna yang dapat menganggu mental (perasaan).
Berbahaya bukan?
Dalam buku Prof Deddy Mulyana, M.A., Ph.D “Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar” terutama pada part komunikasi non verbal beliau juga menyinggung tentang kata “diam” yang memiliki banyak makna dalam konteks-konteks yang berbeda.
Nah dalam konteks ghosting, mimin bisa bilang makna diam ini bersifat negatif ya, karena diam disini berpengaruh buruk bagi mental seseorang seperti mengakibatkan perasaan kesedihan dan amarah hingga depresi.
Jadi yah pada intinya ghosting dikategorikan sebagai teknik penghindaran (avoidance), teknik yang sebenarnya sudah lama dikenal dalam dunia ilmu komunikasi, dimana ghosting adalah cara untuk memutuskan hubungan, interaksi, dan komunikasi dengan cara menghindari orang yang dituju.
Nah mimin mau ngingetin nih, kalau memang sobat merasa sudah tidak nyaman, merasa sudah tidak ingin berhubungan lagi, atau apapun itu, yah berusahalah untuk MENG-KOMUNIKASI-KAN, jangan meng-ghosting!!
Nah terus gimana min, kalo kitanya yang di-ghosting?
Yahh... mimin sih cuman bisa bilang “people come and go” so ikhlasin aja sih, just take the lessons and stay swaggg.. 😎✌
Nah sekian dulu yah pembahasan kali ini, semoga bermanfaat yah sob! Mimin berharap semua sobat Creatikom dijauhkan dari yang namanya di-ghosting apalagi meng-ghosting yaaa..
Kalau sobat berkenan boleh dong dishare postingan ini atau meninggalkan saran maupun masukan yang membangun yaaa.. Thank you <33
Penulis: Unique Pandie
Sumber Referensi:
Buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar" karya Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D.


Comments
Post a Comment