Skip to main content

MODEL PENYUSUNAN PESAN DALAM KOMUNIKASI, ANAK JIKOM WAJIB TAHU NIH!!





Pesan erat kaitannya dalam proses komunikasi dikarenakan dalam proses komunikasi adanya suatu pertukaran pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang diperoleh dapat dimengerti dan dipahami. Eitss tapi sobat creatikom pada tahu gak sih kalau ada berbagai macam model penyusunan pesan loh… 

Iya deh iya kali ini mimin bahas secara singkat, dibaca sampai selesai yaa sob!! 😁

Menurut Cassandra, seperti yang dikutip oleh Hafied Cangara dalam bukunya “Pengantar Ilmu Komunikasi”, ada dua model dalam penyusunan pesan yaitu: penyusunan pesan yang bersifat informatif dan penyusunan pesan yang bersifat persuasif (Cangara, 2004: 121-125).

Model penyusunan pesan yang bersifat informatif lebih banyak ditujukan pada perluasan wawasan atau pengetahuan dan kesadaran khalayak. Prosesnya lebih banyak bersifat difusi (penyebaran), sederhana, jelas dan tidak banyak menggunakan jargon yang kurang populer di kalangan masyarakat. 

Ada 4 macam penyusunan pesan bersifat informatif:
  • Space Order (penyusunan pesan berdasarkan kondisi tempat atau ruang)
  • Time Order (penyusunan pesan yangdisusun secara kronologis)
  • Deductive Order (penyusunan pesan dari umum ke khusus)
  • Inductive Order (penyususunan pesan dari yang khusus ke umum)

Sedangkan, model pengelolaan pesan yang bersifat persuasif memiliki tujuan untuk mengubah persepsi, sikap dan pendapat khalayak. Oleh karena itu, penyusunan pesan yang bersifat persuasif memiliki sebuah proposisi. Proposisi disini ialah apa yang dikehendaki pengirim kepada penerima sebagai hasil pesan yang disampaikannya, artinya setiap pesan yang dibuat diinginkan adanya perubahan.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam penyusunan pesan yang memakai model persuasi, antara lain:

1. Fear Appeal 
Penyusunan atau penyampaian pesan dengan menimbulkan rasa ketakutan pada khalayak, pesan yang dikomunikasikan mengandung sugesti rasa takut sehingga orang akan merasa terancam apabila tidak mengubah sikapnya.

2. Emotional Appeal 
Penyusunan atau penyampaian pesan dengan berusaha menggugah emosional khalayak.

3. Reward Appeal 
Penyusunan atau penyampaian pesan dengan menawarkan janji-janji pada khalayak.

4. Motivational Appeal 
Penyusunan atau penyampaian pesan yang dibuat bukan karena janji-janji, tetapi disusun untuk menumbuhkan internal psikologis khalayak sehingga mereka dapat mengikuti pesan-pesan itu.

5. Humorious Appeal 
Penyusunan atau penyampaian pesan yang disertai dengan gaya humor. Biasanya pesan yang disertai humor mudah diterima, tetapi diusahakan jangan sampai berlebihan apalagi jika humor lebih mendominasi dari pada pesan inti yang ingin disampaikan.

Model-model penyusunan pesan tersebut termasuk kedalam tradisi Sosiopsikologis (komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi). Teori-teori dari tradisi sosiopsikologi berfokus pada bagaimana pelaku komunikasi mengatur pesan. Tradisi ini juga memandang pilihan individu dan strategi untuk meraih tujuan dari sebuah pesan.



Sumber Referensi:





Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

GHOSTING: TERMASUK TEKNIK AVOIDANCE KOMUNIKASI? 🤔

  Hai.. sobat Creatikom, bagaimana nih kabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan baik yaa <33  Oh iya buat sobat Creatikom yang menjalankan ibadah puasa tetap semangat yaaa.. Well anyway, sesuai topik dan judulnya kita bakal ngebahas soal “ghosting”  hmmmm agak sensitif yah topik kali ini 😁 Ayo ngaku, siapa di sini yang pernah di-ghosting atau justru melakukannya? hmm, atau jangan-jangan justru kamu enggak sadar sudah melakukan hal itu?  Nah, mendengar kata “ghosting” pasti sudah tidak asing lagi bagi kita yaa, khususnya para millenial.  Ghosting: when someone cuts off all communication without explanation Dalam Cambridge Dictionary mengartikan ghosting sebagai sebuah cara ketika seseorang memilih untuk menghentikan semua bentuk komunikasi secara tiba-tiba. Dari sini, bisa dikatakan bahwa ghosting adalah ketika seseorang yang kita kenal dekat tiba-tiba menghilang atau tidak berkomunikasi lagi dengan kita tanpa sebuah alasan.  Ya, tanpa chat, tanpa te...

BAHASA LISAN

Hi, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan Tuhan ya 😇 Hari ini mimin balik lagi pengen berbagi pengetahuan seputar dunia komunikasi. So, kali ini mimin bakal berbagi tentang bahasa lisan dalam komunikasi. Unsplash.com  Menurut kamu apa itu bahasa? Dikutip dari buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar", Prof Deddy Mulyana mengatakan bahwa bahasa adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita. Seorang ahli teori bahasa, Michael Halliday mengatakan bahwa bahasa bukan hanya sekadar sebagai metode komunikasi tetapi menjadi kunci untuk belajar bagaimana menjadi anggota masyarakat. Nah, bahasa lisan sebagai sarana yang merepresentasikan pikiran maupun perasaan kita tentu punya pengaruh signifikan dalam komunikasi. Maka itu, pentingnya berhati-hati dalam menggunakan bahasa lisan dapat memberikan peluang bagi kita dalam mewujudkan komunikasi efektif. Contoh paling sederhana dari pengaruh penggunaan bahasa lisan dalam komunikasi bisa kita liha...

YUK, KENALAN DENGAN SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION): AKRONIM YANG MUNCUL TAHUN 1997

Hi, sobat Creatikom! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan yang Mahakuasa, ya, Amin. Hari ini mimin ingin melanjutkan pembahasan specialist social media terutama tentang  "SEO". Apa sih, pentingnya mempelajari hal ini? Berdasarkan beberapa sumber yang sudah mimin baca terdapat banyak penjabaran peristiwa kompleks yang berusaha mengungkapkan seperti apa sejarah hadirnya istilah SEO dalam dunia digital.  Di balik istilah SEO terdapat banyak sekali rentetan peristiwa hebat yang melatarbelakangi munculnya akronim ini. Unsplash.com Nah, sederet peristiwa itu mimin uraikan singkat saja ya, dimulai dari tahun 1991. Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1991, ketika terjadinya peluncuran web site pertama dunia melalui browser  World Wide Web (WWW)  yang diciptakan oleh sosok pria kelahiran London, bernama Tim Berner-Lee. Berkat kecerdasan beliau, untuk pertama kalinya web site itu dibuat dan diluncurkan dengan memakai komputer NExt ciptaan perusahaan NExt milik Steve Jobs....