Skip to main content

Mengenal Apa Itu Body Language dan Bisakah Komunīkasi Terjadi Menggunakan Body Language (Gesture) ?




Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari yang namanya komunikasi. Seluruh dimensi kehidupan manusia dipenuhi dengan komunikasi, apalagi manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berkomunikasi (berinteraksi) dengan sesama.

Komunikasi sendiri ialah proses pertukaran pesan atau informasi antar individu atau kelompok dengan adanya makna atau tujuan yang ingin disampaikan. Pesan atau informasi yang disampaikan tentu dapat berupa penyampaian komunikasi secara verbal ataupun non-verbal. 

Tentu anak komunikasi sudah tidak asing lagi dong dengan apa itu komunikasi verbal dan non-verbal. Nah buat yang belum tahu, nih mimin jelasin secara singkat yah biar teman-teman lebih mudah memahaminya (padahal sih mimin tahu kalau teman-teman malas membaca yang terlalu panjang, hehe hayo ngaku..) 😆


Jadi, secara umum komunikasi verbal adalah komunikasi yang berbentuk lisan ataupun tulisan, contohnya adalah penggunaan kata-kata yang tentu bisa dilakukan secara langsung (face to face) atau dengan perantara media (berkomunikasi melalui telepon atau sosial media), sedangkan komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata, contohnya menggunakan bahasa tubuh (body language) seperti mimik wajah, gerakan anggota tubuh, kontak mata, bahkan intonasi suara dan  kecepatan berbicara.

Gimana? udah singkat dan jelas bukan? Mimin yakin nih, kalau ada yang nanya “apa sih itu komunikasi verbal dan non-verbal?” pastinya teman-teman langsung gercep bisa ngejawab dengan benar 

Nah berbicara mengenai komunikasi non-verbal, mimin tertarik nih buat ngebahas yang namanya bahasa tubuh atau bahasa kerennya “Body Language”. Body language atau bahasa tubuh atau bisa juga disebut gesture termasuk komunikasi non-verbal yang bisa berupa senyuman, kontak mata, gerakan anggota tubuh, dan lain sebagainya.



Sebuah studi yang dilakukan Professor Alberth Mahrabian (1971) yang menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dan pembicaraan orang hanya 7% berasal dari bahasa verbal (apa yang disampaikan melalui kata-kata), 38% berasal dari bagaimana kata-kata itu diucapkan (meliputi bagaimana intonasi, range vokal, kecepatan berbicara kita), dan 55% berasal dari bagaimana perilaku kita (meliputi gesture atau ekspresi tubuh kita). Ia juga menambahkan bahwa jika terjadi pertentangan antara apa yang diucapkan seseorang dengan perbuatannya, orang lain cenderung lebih mempercayai hal-hal yang bersifat non-verbal. 

Itu artinya, bahasa non-verbal tetap menjadi bahasa komunikasi yang paling efektif. Ketika kita berusaha untuk menyembunyikan sesuatu dengan kata-kata kita, bahasa tubuh (gesture) mengungkapkan jauh lebih jujur dari apa yang ingin bahkan tidak ingin kita sampaikan.

Baca Juga : Pengaruh Bahasa Tubuh Dalam Kehidupan Sehari-hari


Perlu diketahui bahwasannya bahasa tubuh (body language) memegang peran penting dalam kesuksesan public speaking loh,, dengan menggunakan bahasa tubuh yang tepat maka akan mendukung penyampaian informasi kita sekaligus akan meninggalkan impact kepada audience atau lawan bicara kita.

Selain mendukung pesan verbal dan meninggalkan impact kepada audience, bahasa tubuh (body language) juga mempunyai beberapa fungsi loh, diantaranya adalah :

1. Repeating (Repetisi),

yaitu mengulang kembali pesan yang disampaikan secara verbal. Contohnya mengangguk kepala ketika mengatakan “iya” dan menggelengkan kepala ketika mengatakan “tidak”.

2. Substituting (Substitusi),

yaitu mengantikan lambang-lambang verbal. Contohnya menggoyangkan tangan anda dengan telapak tangan menghadap depan sebagai penganti kata “tidak”. Kemudian menyatakan rasa haru tidak dengan kata-kata, melainkan dengan mata yang berlinang-linang.

3. Contradicting (Kontradiksi),

yaitu menolak pesan verbal atau memberikan makna lain terhadap pesan verbal. Contohnya seorang suami menunjukkan jempolnya yang bermakna “bagus” ketika dimintai komentar istrinya mengenai baju yang baru dibelinya sambil matanya terus terpaku pada koran yang sedang dibacanya.

4. Complementing (Komplemen),

yaitu melengkapi dan memperkaya pesan maupun makna nonverbal. Contohnya melambaikan tangan saat mengatakan selamat jalan.

5. Accenting (Aksentuasi),

yaitu menegaskan pesan verbal atau mengaris bawahinya. Contohnya mahasiswa membereskan buku-bukunya atau melihat jam tangan ketika jam kuliah berakhir atau akan berakhir, sehingga dosen sadar diri dan akhirnya menutup perkuliahannya.


Komunikasi non-verbal digunakan untuk memastikan bahwa makna yang sebenarnya dari pesan-pesan verbal dapat dimengerti atau bahkan tidak dapat dipahami. Keduanya, komunikasi verbal dan non-verbal, kurang dapat beroperasi secara terpisah, satu sama lain saling membutuhkan guna mencapai komunikasi yang efektif. Meskipun beda cara maupun bentuk tetap saja tujuan utama dari komunikasi verbal dan nonverbal itu sama yaitu bertujuan untuk menyampaikan pesan untuk mendapatkan respon, timbal balik maupun efek.

Nah teman-teman, itu dia informasi singkat seputar komunikasi non-verbal khususnya terkait bahasa tubuh (body language), jadi jika pertanyaannya “Bisakah komunīkasi terjadi menggunakan body language (gesture)?” Yup! Tentu bisa dong.. 

Anyway boleh banget nih buat teman-teman yang mau berbagi pendapat seputar materi ini atau mungkin ada yang mau berbagai pengalaman nih pernah ngedipin mata pas liat si doi atau nembak doi pake dukungan body language jitunya gitu? Hehe boleh kok di share di kolom komentar 😍 

Semoga informasinya bermanfaat, yah! Thankyou <3


Penulis : Unique Pandie


Sumber Referensi :

https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_dir/a3a4fc3bf4ad19b0079f4a31c593398b.pdf

https://youtu.be/iR-ACVKshAw

https://youtu.be/Y5-xQj3lteQ


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

GHOSTING: TERMASUK TEKNIK AVOIDANCE KOMUNIKASI? 🤔

  Hai.. sobat Creatikom, bagaimana nih kabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan baik yaa <33  Oh iya buat sobat Creatikom yang menjalankan ibadah puasa tetap semangat yaaa.. Well anyway, sesuai topik dan judulnya kita bakal ngebahas soal “ghosting”  hmmmm agak sensitif yah topik kali ini 😁 Ayo ngaku, siapa di sini yang pernah di-ghosting atau justru melakukannya? hmm, atau jangan-jangan justru kamu enggak sadar sudah melakukan hal itu?  Nah, mendengar kata “ghosting” pasti sudah tidak asing lagi bagi kita yaa, khususnya para millenial.  Ghosting: when someone cuts off all communication without explanation Dalam Cambridge Dictionary mengartikan ghosting sebagai sebuah cara ketika seseorang memilih untuk menghentikan semua bentuk komunikasi secara tiba-tiba. Dari sini, bisa dikatakan bahwa ghosting adalah ketika seseorang yang kita kenal dekat tiba-tiba menghilang atau tidak berkomunikasi lagi dengan kita tanpa sebuah alasan.  Ya, tanpa chat, tanpa te...

YUK, KENALAN DENGAN SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION): AKRONIM YANG MUNCUL TAHUN 1997

Hi, sobat Creatikom! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan yang Mahakuasa, ya, Amin. Hari ini mimin ingin melanjutkan pembahasan specialist social media terutama tentang  "SEO". Apa sih, pentingnya mempelajari hal ini? Berdasarkan beberapa sumber yang sudah mimin baca terdapat banyak penjabaran peristiwa kompleks yang berusaha mengungkapkan seperti apa sejarah hadirnya istilah SEO dalam dunia digital.  Di balik istilah SEO terdapat banyak sekali rentetan peristiwa hebat yang melatarbelakangi munculnya akronim ini. Unsplash.com Nah, sederet peristiwa itu mimin uraikan singkat saja ya, dimulai dari tahun 1991. Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1991, ketika terjadinya peluncuran web site pertama dunia melalui browser  World Wide Web (WWW)  yang diciptakan oleh sosok pria kelahiran London, bernama Tim Berner-Lee. Berkat kecerdasan beliau, untuk pertama kalinya web site itu dibuat dan diluncurkan dengan memakai komputer NExt ciptaan perusahaan NExt milik Steve Jobs....

MODEL PENYUSUNAN PESAN DALAM KOMUNIKASI, ANAK JIKOM WAJIB TAHU NIH!!

Pesan erat kaitannya dalam proses komunikasi dikarenakan dalam proses komunikasi adanya suatu pertukaran pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang diperoleh dapat dimengerti dan dipahami. Eitss tapi sobat creatikom pada tahu gak sih kalau ada berbagai macam model penyusunan pesan loh…  Iya deh iya kali ini mimin bahas secara singkat, dibaca sampai selesai yaa sob!! 😁 Menurut Cassandra, seperti yang dikutip oleh Hafied Cangara dalam bukunya “ Pengantar Ilmu Komunikasi ”, ada dua model dalam penyusunan pesan yaitu: penyusunan pesan yang bersifat informatif dan penyusunan pesan yang bersifat persuasif (Cangara, 2004: 121-125). Model penyusunan pesan yang bersifat informatif lebih banyak ditujukan pada perluasan wawasan atau pengetahuan dan kesadaran khalayak. Prosesnya lebih banyak bersifat difusi (penyebaran), sederhana, jelas dan tidak banyak menggunakan jargon yang kurang populer di kalangan masyarakat.  Ada 4 macam penyusunan pesan bersifat informatif: Space Orde...