Skip to main content

Sudut Opini: 3 Hal Dasar Komunikasi Verbal yang Perlu Diketahui!I!

 Penulis: Elsa Sasi


Hi, guys, apa kabar? Kenapa? Kamu nungguin update-an mimin? Ih, calon masa depan aku banget, eh, maksudnya, calon generasi cerdas bangsa, heheh. Ok, pas banget dong, ya, hari ini mimin balik lagi mau sharing seputar ilmu tentang komunikasi. Karena kemarin sudah membahas tentang komunikasi nonverbal, yakni body language, hari ini kita akan berbicara tentang komunikasi verbal. 

Sumber Gambar: Pixabay.com

Sederhananya, komunikasi verbal merupakan komunikasi yang menggunakan bahasa berupa kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan. Jadi, entah berbicara langsung maupun menulisnya, kamu telah melakukan komunikasi secara verbal dengan orang lain. Nah, dalam komunikasi ini, ada 3 hal menarik yang menurut mimin menjadi dasar komunikasi verbal untuk diketahui dan disadari bersama, diantaranya:

1. Komunikasi verbal sangat membantu kita dalam penyampaian informasi lebih cepat dan leluasa. Aspek-aspek yang harus diperhatikan supaya komunikasi verbal bisa maksimal diantaranya pendengaran yang baik, etiket dalam menyampaikan informasi serta memberikan respon terhadap hal yang disampaikan oleh orang lain, dan cara kita menambahkan komunikasi nonverbal untuk mendukung komunikasi verbal yang sedang berlangsung. Pentingnya mendengarkan dengan saksama apa yang dibicarakan akan membantu kita dalam mempersiapkan respon yang baik dan sesuai dengan hal yang sedang diperbincangkan. Oh, Jangan lupa juga, berbicaralah dengan bahasa yang sopan, sebagaimana mestinya, ya.

2. Bahasa yang dipakai oleh manusia dalam komunikasi verbal tidaklah sedikit dan maknanya pun bisa berbeda-beda. Tiap negara maupun suku-suku dan budaya di seluruh dunia, mempunyai bahasa Ibu maupun bahasa daerahnya masing-masing. So, kalau kamu pergi ke tempat baru atau berada di luar lingkungan asalmu, jangan pakai penafsiranmu secara permanen terhadap makna bahasa disana, sekalipun kamu mungkin pernah mendengar kata-kata atau istilah itu sebelumnya. Hal ini dimaksudkan supaya kamu belajar lagi menjadi pendengar yang lebih jeli, sehingga dapat meminimalisir misinterpretasi saat berkomunikasi. 

Misalnya, dikutip dari buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar", karya Prof Deddy Mulyana, M.A., Ph.D..."Dalam bahasa Sunda kata hareudang berarti "panas" (lebih tepatnya "gerah"), akan terdengar aneh bila orang non-Sunda mengatakan, "Pisang gorengna hareudang" ("Pisang gorengnya gerah"). 

Mimin yakin banget kalian pasti tidak asing dengan kata hareudeng,kan? Tapi makna apa yang kamu pakek sebelum baca tulisan ini? Panas mencakup konteks manusia saja atau lebih luas lagi?

3. Seperti yang sudah dibilang sebelumnya, komunikasi verbal itu bukanlah hal yang mudah! Jangan anggap sepele, ya! Karena kalau tidak berhati-hati, endingnya bisa salah paham kayak contoh di atas tadi atau bahkan malu-maluin, seperti cerita di bawah ini!

Ada satu kejadian yang terjadi di sebuah SMA, dimana, salah satu cowok pinjam handphone milik teman yang duduk di bangku sebelahnya. Pada saat sedang asyik memainkan game, tiba-tiba ponsel itu berdering, ada panggilan masuk. Niatnya memang baik, gercep ngasih tau temannya. Tapi, karena saking excited dan terburu-burunya, dia sontak langsung berteriak kuat ke arah pemilik handphone, "Bro, Bokep, Bokep, woi, Bokep lu telepon". Alhasil,....yups, banyak orang lirikin mereka dengan ekspresi wajah macam-macam. Pas sadar, dia langsung senyum-senyum tipis menahan malu sambil minta maaf ke temannya "Sorry, bro, bukan bokep maksudnya bokap lu telepon"😩. Aduh, maksud hati mau bilang bokap, eh, auto malah keseleo lidahnya😂. Jadi berpikiran aneh-aneh kan, orang di sekitarnya. Heheh...

Kalau kamu sendiri, pernah tidak mengalami kejadian yang mirip, seperti di atas? Boleh banget berbagi kesan dan pesan yang kamu dapatkan dari momen tersebut sama mimin, biar kita sama-sama belajar plus ngakak bareng.

Nah, sekian dulu ,ya, pembahasan singkat mengenai komunikasi verbal. Semoga bermanfat! Kalau berkenan, boleh tolong share postingan ini atau meninggalkan saran maupun masukan yang membangun buat mimin! Terima Kasih dan Sampai Jumpa🙏😁

Sumber Referensi:

1. Buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, karya Prof Deddy Mulyana, M.A., Ph.D

2.https://www.skillsyouneed.com/ips/verbal-communication.html

Comments

Popular posts from this blog

GHOSTING: TERMASUK TEKNIK AVOIDANCE KOMUNIKASI? 🤔

  Hai.. sobat Creatikom, bagaimana nih kabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan baik yaa <33  Oh iya buat sobat Creatikom yang menjalankan ibadah puasa tetap semangat yaaa.. Well anyway, sesuai topik dan judulnya kita bakal ngebahas soal “ghosting”  hmmmm agak sensitif yah topik kali ini 😁 Ayo ngaku, siapa di sini yang pernah di-ghosting atau justru melakukannya? hmm, atau jangan-jangan justru kamu enggak sadar sudah melakukan hal itu?  Nah, mendengar kata “ghosting” pasti sudah tidak asing lagi bagi kita yaa, khususnya para millenial.  Ghosting: when someone cuts off all communication without explanation Dalam Cambridge Dictionary mengartikan ghosting sebagai sebuah cara ketika seseorang memilih untuk menghentikan semua bentuk komunikasi secara tiba-tiba. Dari sini, bisa dikatakan bahwa ghosting adalah ketika seseorang yang kita kenal dekat tiba-tiba menghilang atau tidak berkomunikasi lagi dengan kita tanpa sebuah alasan.  Ya, tanpa chat, tanpa te...

BAHASA LISAN

Hi, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan Tuhan ya 😇 Hari ini mimin balik lagi pengen berbagi pengetahuan seputar dunia komunikasi. So, kali ini mimin bakal berbagi tentang bahasa lisan dalam komunikasi. Unsplash.com  Menurut kamu apa itu bahasa? Dikutip dari buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar", Prof Deddy Mulyana mengatakan bahwa bahasa adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita. Seorang ahli teori bahasa, Michael Halliday mengatakan bahwa bahasa bukan hanya sekadar sebagai metode komunikasi tetapi menjadi kunci untuk belajar bagaimana menjadi anggota masyarakat. Nah, bahasa lisan sebagai sarana yang merepresentasikan pikiran maupun perasaan kita tentu punya pengaruh signifikan dalam komunikasi. Maka itu, pentingnya berhati-hati dalam menggunakan bahasa lisan dapat memberikan peluang bagi kita dalam mewujudkan komunikasi efektif. Contoh paling sederhana dari pengaruh penggunaan bahasa lisan dalam komunikasi bisa kita liha...

YUK, KENALAN DENGAN SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION): AKRONIM YANG MUNCUL TAHUN 1997

Hi, sobat Creatikom! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan yang Mahakuasa, ya, Amin. Hari ini mimin ingin melanjutkan pembahasan specialist social media terutama tentang  "SEO". Apa sih, pentingnya mempelajari hal ini? Berdasarkan beberapa sumber yang sudah mimin baca terdapat banyak penjabaran peristiwa kompleks yang berusaha mengungkapkan seperti apa sejarah hadirnya istilah SEO dalam dunia digital.  Di balik istilah SEO terdapat banyak sekali rentetan peristiwa hebat yang melatarbelakangi munculnya akronim ini. Unsplash.com Nah, sederet peristiwa itu mimin uraikan singkat saja ya, dimulai dari tahun 1991. Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1991, ketika terjadinya peluncuran web site pertama dunia melalui browser  World Wide Web (WWW)  yang diciptakan oleh sosok pria kelahiran London, bernama Tim Berner-Lee. Berkat kecerdasan beliau, untuk pertama kalinya web site itu dibuat dan diluncurkan dengan memakai komputer NExt ciptaan perusahaan NExt milik Steve Jobs....