Skip to main content

Sudut Opini: "Kritis atau Hinaan", Kenali Dasar Etika dan Etiket Komunikasi

Penulis: Elsa Sasi

Unsplash.com

Hi, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan yang Mahakuasa,ya! Amin. Baik, tanpa berbasa-basi lagi, topik kita hari ini akan berbicara tentang "Kritis atau Hinaan". Hal ini lebih tepatnya mengarah kepada etika dan etiket penggunaan bahasa sehari-hari. 

Sebelumnya, sobat tahu tidak apa itu etiket? Dilansir jurnal Etiket Komunikasi Politik yang memuat pendapat bertens, dalam bukunya Etika (2005), menyebutkan bahwa etiket adalah hal yang berkaitan dengan tata cara yang tepat dan sopan santun, yang kerap kali berbeda-beda dari suatu budaya ke budaya lain. Sederhananya, etiket itu menyangkut bagaimana kamu berucap atau menyampaikan suatu hal.

FYI, etiket dan etika adalah dua hal yang berbeda. Kalau yang mimin tahu etika itu menyangkut nilai-nilai atau norma ( bersifat teoritis) sedangkan etiket itu bersifat implementasi (pelaksaanaan). Biar semakin paham, mimin kasih contoh sederhana, berikut ini.

Di Indonesia, kebiasaan umum sebelum pandemi menyerang, untuk menyapa atau memberi salam bahkan menerima pemberian orang lain selalu diajarkan untuk menggunakan tangan kanan. Kalau pakai tangan kiri, nanti dikira tidak sopan. Benar, kan? 

Nah, dari ilustrasi ini, contoh etikanya adalah norma sopan santun yang ada di Indonesia (aturannya: pakai tangan kanan ketika bersalaman atau menerima sesuatu) sedangkan etiketnya adalah implementasi atau perwujudan nyata dari aturan tersebut ( Cara kamu bersalaman, mau pakai tangan kanan atau pakai tangan kiri?). Semoga contoh ini bisa membantu kamu mengerti perbedaan kedua hal ini, ya:)

Kalau kamu mau tahu perbedaan etika dan etiket lebih lanjut, pantau terus tulisan blog Creatikom, yah, next time, mimin jelasin lebih banyak lagiπŸ˜„

Okay, berbicara tentang etika dan etiket penggunaan bahasa, di zaman ini maraknya kebebasan berpendapat memang selalu gencar dipublikasikan di media sosial. Cuman, apakah memang benar pendapat mereka atau pendapatmu sendiri itu sudah kritis, atau jangan-jangan hanya hinaan belaka berkedok kritis? "Aduh, mimin nih, curigaan banget, ya", Eiiitsss, curiga itu wajar! Mengasah otak buat berpikir jeli, supaya jangan sampai ikutan mendukung jejak yang nyatanya salah😌 

Terus gimana mimin bedain hal tersebut? Langsung saja, Yuk, disimak bersama, mungkin pendapat dasar dari mimin bisa kamu pakai untuk menilai "ini pendapat kritis atau hanya sekadar menghina, ya? " (Ini pendapat mimin berdasarkan dua jurnal dan beberapa sumber yang telah dibaca, yah)

Menurut KBBI, kritis berarti tidak lekas percaya, selalu berusaha untuk menemukan kesalahan atau kekeliruan, tajam dalam penganalisisan. Sedangkan menghina berarti merendahkan, memandang rendah, memburukkan nama baik orang, menyinggung perasaan orang (seperti memaki-maki, menistakan). Dari dua pengertian ini, bisa dilihat bahwa kritis itu bukan asal bunyi, tetapi ada unsur seninya, yakni pakai analisis terhadap data yang ada. Lain halnya dengan menghina yang penuh kata-kata kasar, seperti makian.

Nah, apabila kamu atau orang lain melontarkan kata-kata kasar berupa makian, pendapat itu bukan kritis tapi menghina. "Tapi, kalau sama teman-temanku, min, mereka B ajah tuh? Iya, itu kan karena kalian akrab dan hanya melibatkan satu dua orang saja, tapi kalau tidak akrab apalagi makiannya lewat media sosial yang pastinya dilihat banyak orang, bisa saja, kan, orangnya tersinggung? Nah, kalau udah tersinggung itu masuk ke kategori pendapat yang hanya bermaksud menghina, bukan kritis. But, jangan salah juga, ada lho, yang biarpun sudah akrab masih bisa tersinggung karena makian. So, watch your language, dude! Maksudnya mungkin menegur, memperbaiki, mengkritisi, tapi caranya itu lebih diperhatikan lagi, yuk. Biar isi pesan dan cara menyampaikannya bisa dibilang kritis. Jadi, etika sama etiketnya seiya sekata, deh.

Kritis berarti harus disertakan dengan fakta dari data yang terupdate dan terpercaya serta bukan penafsiran atau asumsi tanpa bukti ataupun teori yang ada. Salah satu hal yang menjadi kebiasaan sebagian kita adalah lupa atau mengabaikan sumber informasi. Padahal ini penting juga untuk membantu kita dalam membentuk pendapat yang kritis. Jika kamu menemukan faktanya, barulah berpendapat atau mengkritisi, tetapi jangan menggunakan makian. "Tapi mereka kalau dikasih tau baik-baik suka ngelunjak bahkan ada yang masa bodoh." Bukankah makian atau hinaan itu juga terkadang tak berfungsi apa-apa? Jadi, tetap pada prinsip etika sopan santun dan cara menyampaikan informasi dengan sopan. Bukan sok baik, cuman teruslah belajar buat benarin diri yang juga banyak kekurangan. Kamu harus tunjukkan bahwa kamu berbeda dari mereka, dan terus pantau serta kritik hal-hal yang menurutmu perlu dikritik. 

Ok, sampai sini dulu, ya😁

Semoga, kedepannya kita tidak lagi keliru membedakan mana yang kritis dan bukan. Emosi itu wajar, marah dan kesal itu juga boleh, tapi tidak bisa membuatmu membenarkan cara dan statement yang jelas-jelas menghina. Yuk, kita sama-sama belajar untuk mengurangi kekurangan seperti iniπŸ˜‡ God Bless!



Sumber Referensi:

1.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://ejournal.unp.ac.id/index.php/ibs/article/download/9594/7091&ved=2ahUKEwi-9fOxmszzAhUUAXIKHRDyD3IQFnoECDQQAQ&usg=AOvVaw03MaEHAKIq2q4Qm2xIm1vX

2.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://media.neliti.com/media/publications/125486-ID-etiket-komunikasi-politik-gubernur-dki-j.pdf&ved=2ahUKEwj16MHMnczzAhXKgtgFHciLABgQFnoECAYQAQ&usg=AOvVaw0qO1Iwaf2Qn-g4v51axpkR

3. kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Pasca


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

GHOSTING: TERMASUK TEKNIK AVOIDANCE KOMUNIKASI? πŸ€”

  Hai.. sobat Creatikom, bagaimana nih kabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan baik yaa <33  Oh iya buat sobat Creatikom yang menjalankan ibadah puasa tetap semangat yaaa.. Well anyway, sesuai topik dan judulnya kita bakal ngebahas soal “ghosting”  hmmmm agak sensitif yah topik kali ini 😁 Ayo ngaku, siapa di sini yang pernah di-ghosting atau justru melakukannya? hmm, atau jangan-jangan justru kamu enggak sadar sudah melakukan hal itu?  Nah, mendengar kata “ghosting” pasti sudah tidak asing lagi bagi kita yaa, khususnya para millenial.  Ghosting: when someone cuts off all communication without explanation Dalam Cambridge Dictionary mengartikan ghosting sebagai sebuah cara ketika seseorang memilih untuk menghentikan semua bentuk komunikasi secara tiba-tiba. Dari sini, bisa dikatakan bahwa ghosting adalah ketika seseorang yang kita kenal dekat tiba-tiba menghilang atau tidak berkomunikasi lagi dengan kita tanpa sebuah alasan.  Ya, tanpa chat, tanpa te...

BAHASA LISAN

Hi, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan Tuhan ya πŸ˜‡ Hari ini mimin balik lagi pengen berbagi pengetahuan seputar dunia komunikasi. So, kali ini mimin bakal berbagi tentang bahasa lisan dalam komunikasi. Unsplash.com  Menurut kamu apa itu bahasa? Dikutip dari buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar", Prof Deddy Mulyana mengatakan bahwa bahasa adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita. Seorang ahli teori bahasa, Michael Halliday mengatakan bahwa bahasa bukan hanya sekadar sebagai metode komunikasi tetapi menjadi kunci untuk belajar bagaimana menjadi anggota masyarakat. Nah, bahasa lisan sebagai sarana yang merepresentasikan pikiran maupun perasaan kita tentu punya pengaruh signifikan dalam komunikasi. Maka itu, pentingnya berhati-hati dalam menggunakan bahasa lisan dapat memberikan peluang bagi kita dalam mewujudkan komunikasi efektif. Contoh paling sederhana dari pengaruh penggunaan bahasa lisan dalam komunikasi bisa kita liha...

YUK, KENALAN DENGAN SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION): AKRONIM YANG MUNCUL TAHUN 1997

Hi, sobat Creatikom! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan yang Mahakuasa, ya, Amin. Hari ini mimin ingin melanjutkan pembahasan specialist social media terutama tentang  "SEO". Apa sih, pentingnya mempelajari hal ini? Berdasarkan beberapa sumber yang sudah mimin baca terdapat banyak penjabaran peristiwa kompleks yang berusaha mengungkapkan seperti apa sejarah hadirnya istilah SEO dalam dunia digital.  Di balik istilah SEO terdapat banyak sekali rentetan peristiwa hebat yang melatarbelakangi munculnya akronim ini. Unsplash.com Nah, sederet peristiwa itu mimin uraikan singkat saja ya, dimulai dari tahun 1991. Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1991, ketika terjadinya peluncuran web site pertama dunia melalui browser  World Wide Web (WWW)  yang diciptakan oleh sosok pria kelahiran London, bernama Tim Berner-Lee. Berkat kecerdasan beliau, untuk pertama kalinya web site itu dibuat dan diluncurkan dengan memakai komputer NExt ciptaan perusahaan NExt milik Steve Jobs....