Hi sobat creatikom, bagaimana kabarnya?
Semoga semuanya dalam keadaan yang baik yah <33
Btw udah masuk bulan Oktober aja nih, tentu teman-teman tahu dong kalau bulan Oktober dikenal juga sebagai bulan bahasa.
Nah karena bulan ini adalah bulan bahasa, mimin mau ngebahas soal penggunaan bahasa atau yang berkaitan juga dengan etika kita saat berkomunikasi dengan orang lain.
Etika sendiri adalah ilmu mengenai apa yang baik dan apa yang buruk (akhlak). Etika dalam kegiatan berkomunikasi digunakan dalam seluruh rangkaian proses komunikasi dan hal-hal yang mendasari kegiatan komunikasi dari awal sampai akhir. Semua bentuk komunikasi (verbal maupun non-verbal) harus didasari dengan etika.
“Emang kenapa sih komunikasi harus memerlukan sebuah etika?”
Jadi gini teman-teman, ketika etika digabungkan dengan komunikasi, maka etika itu menjadi dasar pondasi dalam berkomunikasi, etika memberikan landasan moral dalam membangun tata susila terhadap semua sikap dan perilaku kita dalam komunikasi.
Nah, dengan demikian tanpa adanya sebuah etika, komunikasi itu akan menjadi tidak etis. Bayangkan aja jika kita berkomunikasi tanpa memperhatikan etika?!! Otomatis hal tersebut dapat memicu yang namanya salah paham, perselisihan/pertengkaran gara-gara komunikasinya gagal (dirasa kurang sopan).
Baca Juga : Pentingnya Etika Dalam Proses Komunikasi
Maka dari itu, teman-teman perlu menerapkan beberapa etika agar komunikasi teman-teman dapat diterima oleh semua pihak. Nah apa aja sih etika dalam komunikasi itu? Berikut penjelasannya :
I. Saat Ingin Memulai Pembicaraan
Perhatikan dulu siapa nih yang jadi calon lawan bicara kita, apakah orang tersebut lebih muda/seusia/lebih tua dari kita. Jika lebih tua, otomatis etika kita khususnya dalam penggunaan bahasa akan jauh lebih sopan ketimbang kita berbicara dengan orang yang seusia ataupun lebih muda dari kita. Nah, jangan lupa juga untuk memperhatikan keadaan/kondisi, dalam hal ini apakah calon lawan bicara kita itu sedang sibuk/sedang melakukan aktivitas yang tidak dapat diganggu, maka jangan coba-coba untuk memaksakan diri mengajak berkomunikasi.
II. Saat Pembicaraan Sudah Berlangsung (Komunikasi Secara Langsung/Face to Face)
1) Fokus pada lawan bicara. Dalam hal ini disaat kita memulai komunikasi sebaiknya kita menatap mata atau wajah lawan bicara. Jangan sampai ketika diajak bicara tatapan mata teman-teman malah fokus kearah lain, hal tersebut tentu akan menggangu konsentrasi lawan bicara dan bisa saja mereka menganggap tidak dihargai.
Maka supaya tidak terjadi hal tersebut, mimin ingatin nih! Saat berkomunkasi, teman –teman perlu menatap mata atau wajah lawan bicara namun tetap dengan tatapan yang sewajarnya yah, mimin gak nyaranin yah buat natap dengan emosi atau bahkan sampai melotot hihi π
2) Perhatikan artikulasi. Intonasi dan tempo bicara. Dalam hal ini tempo bicara kita juga menentukan keberhasilan pesan yang ingin kita kirimkan. Semakin cepatnya tempo bicara, maka bisa saja pesan kita yang disampaikan tidak jelas karena saking cepatnya teman-teman berbicara. Nah beda kalau temponya pelan/pas, otomatis artikulasinya jelas intonasinya juga baik dan tentunya pesan yang sampaikan juga jelas dan bisa diterima oleh lawan bicara dengan baik.
3) Jangan hanya bicara, dengarkan juga. Komunikasi itukan berlangsung dua arah yah kan?! Tidak hanya teman-teman saja yang berbicara atau si lawan bicara saja yang berbicara. Tentu keduanya saling berbicara. Nah teman-teman harus paham betul kapan saat yang tepat untuk diam mendengarkan, kapan saat yang tepat untuk berbicara.
Emang agak susah sih untuk orang yang cenderung cerewet atau orang Kupang biasa bilang na “mulu bisa”, itu kal dong su kuasai arena maka dong akan baomong sepanjang hari, su sonde kasih kesempatan orang lain lagi untuk omong *mimin lagi nyeritain pengalaman sih ini hehe, jangan dicontohi yah teman-teman. π✌
Jadi jika ingin komunikasinya berhasil/lancar, jangan hanya berbicara terus tetapi belajar juga untuk mendengarkan dengan baik.
4) Gunakan bahasa yang sopan dan ramah. Etika kita dalam berkomunikasi khususnya dalam penggunaan bahasa sangat perlu diperhatikan baik itu bahasa verbal (melalui kata-kata) maupun non-verbal (melalui gesture/body language). Disaat kita menjalin komunikasi dengan orang lain sebaiknya dan sudah seharusnya kita menggunakan bahasa yang beretika, yang baik, yang sopan, yang tidak menyinggung perasaan orang lain.
Nah berbicara soal penggunaan bahasa yang menyinggung perasaan nih yah, kita semua tau kok sudah begitu banyak kasus-kasus nyata yang terjadi. Contohnya nih yah, yang pernah viral di media sosial terhadap salah satu mahasiswa papua di Surabaya, yang dimana komunikator mengasosiasikan mahasiswa papua dengan monyet. Tentu hal ini merupakan bentuk penggunaan bahasa yang tidak beretika dan pastinya menyinggung perasaan orang.
Nah kalau di tempat mimin ni yah, jika orangnya sudah tersinggung si oknumnya akan berkata seperti ini “heh sante sa! ko orang hanya buang bahasa sa ju, lu su tersinggung ni” . Nah perlu digarisbawahi ni yah, setiap orang itu memiliki ketahanan psikologis yang berbeda-beda, bisa saja kamu adalah orang yang tidak mudah tersinggung (baper), tapi bagaimana dengan orang lain ? :))
Jadi sekali lagi mimin ngingatin nih yah, ketika kita ingin berkomunikasi dengan orang lain.. kita harus pahami dulu karakternya seperti apa. Bukan berarti juga orang itu adalah “bestie” kalian jadi kalian juga dengan seenaknya saja berbicara. Tentu tidak begitu yah teman-teman, kita harus tetap memperhatikan penggunaan bahasa kita ke setiap orang. Nah ada satu quote ni yang bilang kayak gini "The quality of your life is the quality of your communication" Get it ? :)
III. Saat Berkomunikasi Melalui Media Sosial
Memperhatikan etika komunikasi di media sosial adalah salah satu hal yang memang penting untuk dilakukan. Bagaimana tidak, media sosial saat ini menjadi bagian dari cara berkomunikasi yang paling digemari orang. Kemudahan dalam komunikasi memang bisa ditemui dengan adanya media sosial ini. Bentuknya pun beragam, dimana pada dasarnya komunikasi yang akan dilakukan biasanya bersifat jaringan luas dan saling terhubung satu sama lain.
Oleh karenanya, apabila dalam berkomunikasi di media sosial tidak memperhatikan etika, maka bisa saja seseorang tersebut menjadi bermasalah hingga menimbulkan konflik dengan orang lain. Berikut ini adalah beberapa macam etika yang perlu diperhatikan saat berkomunikasi di media sosial :
1) Selalu perhatikan penggunaan kalimat
Kalimat-kalimat dengan susunan yang tepat, disertai tanda baca yang tepat juga merupakan salah satu bagian yang penting supaya etika komunikasi bisa dijaga dengan baik. Hindari menggunakan kalimat-kalimat yang tidak utuh. Kalimat yang tidak utuh bisa memicu timbulnya ambiguitas sehingga bisa menjadi sumber dari kesalahpahaman.
2) Berhati-hati saat menggunakan huruf
Biasanya menulis sesuatu di media sosial dengan menggunakan huruf kapital semua bisa memberikan kesan marah, kecewa dan menantang. Sebaliknya, menggunakan huruf yang cenderung kecil semua akan menandakan seseorang terlalu abai dan tidak serius mengenai informasi yang sedang akan ia bagikan. Oleh karenanya, penggunaan huruf yang sesuai dan wajar bisa menunjang etika yang baik saat berkomunikasi.
3) Pemilihan simbol dan ikon yang tepat
Dalam media sosial, banyak sekali simbol dan ikon yang seringkali disertakan dalam sebuah informasi atau tulisan. Ada dikenal simbol emoji atau sticker dan lain sebagainya. Manakala akan menggunakan simbol tersebut, pastikan simbol yang digunakan juga tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
4) Menggunakan bahasa yang sesuai
Perhatikan dengan siapa kita berbicara. Jangan sampai keluar bahasa-bahasa yang kurang sopan pada orang tertentu sehingga etika dalam komunikasi ini menjadi hilang. Pastikan ini juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan saat menggunakan media sosial.
5) Memberikan informasi yang memiliki referensi jelas
Ini adalah poin paling penting dari hampir semua poin yang membahas mengenai etika dalam menggunakan komunikasi media sosial. Informasi yang disebarkan tanpa referensi yang jelas akan menimbulkan efek berantai terhadap setiap orang. Hal ini bisa mengundang kesimpang-siuran berita yang tentu saja sangat tidak diharapkan. Istilah yang mungkin kita kenal saat ini adalah berita hoax.
6) Tidak memancing pertentangan.
Terakhir, hindari melakukan komunikasi yang memancing pertentangan melalui media sosial. Mengingat persepsi orang yang berbeda terhadap paparan informasi, maka kita juga harus memperhatikan hal ini supaya terhindar dampak negatif dari media sosial.
Jadi sekian dulu yah pembahasan singkat mengenai etika dalam komunikasi. Semoga bermanfaat yah! Kalau berkenan boleh dong dishare postingan ini atau meninggalkan saran maupun masukan yang membangun. Thank you <33
Penulis : Unique Pandie
Sumber Referensi :
https://pakarkomunikasi.com/etika-komunikasi-di-media-sosial
Menarik sekali ka unique mulu bisaπ
ReplyDeleteAdolf mulu bisa e π₯°
DeleteSangat luar biasa. Bermanfaat π€π€π€
ReplyDelete