Hello, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan Tuhan, Amin. Sesuai janji minggu lalu, hari ini mimin akan menjelaskan lanjut perbedaan etika dan etiket. Sekadar mengulas lagi inti dasar dari perbedaan etika dan etiket, yakni "Etika itu lebih bersifat teoritis, sedangkan etiket bersifat pelaksanaan (implementasi). Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan kedua hal ini, yuk disimak bersama penjelasaannya.
Mengutip pendapat Bartens yang terdapat dalam Jurnal "Etiket Komunikasi Politik Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama", terdapat beberapa perbedaan etika dan etiket yang dikemukakan beliau, yakni:
♧ Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya, misalnya etika suku Indian, etika agama Budha, dan etika agama Protestan. Etika dalam hal ini berkaitan dengan sistem nilai. Jadi, seperti yang sudah mimin kemukakan sebelumnya ya, bahwa etika itu bersifat teoritis atau dengan kata lain berisi peraturan/pedoman yang harus diikuti oleh seseorang dalam suatu kelompok masyarakat. Contoh paling sederhana di Indonesia adalah etika sopan santun terhadap orang yang lebih tua. Sedangkan, Etiket adalah hal yang berkaitan dengan tata cara yang tepat dan sopan santun yang kerap kali berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu budaya ke budaya lain. Nah, sesuai penjelasan ini, sederhananya etiket itu menyangkut implementasi dari etika. Dan hal penting yang perlu digarisbawahi ialah setiap budaya punya etiket yang berbeda-beda. So, kamu yang harus pandai-pandai mengerti dan beradaptasi dengan budaya atau agama atau suku yang kamu kunjungi. Contohnya: etiket ketika menjawab pertanyaan di Budaya Jepang dan Indonesia cukup berbeda jauh. Di Indonesia, misal kalau ada pertanyaan dari Dosen langsung dijawab kita mungkin akan dianggap anak yang pandai atau rajin belajar, tetapi beda halnya dengan di Jepang. Kalau kamu langsung menjawab pertanyaan mereka, hal itu bisa dianggap sebagai suatu penghinaan, dimana mereka menganggap kamu seolah meremehkan pertanyaan itu tanpa berpikir. Intinya, disana etika sopan santun ketika menjawab pertanyaan, implementasinya melalui sikap diam. Tata cara menjawab pertanyaan disana itu harus didahului dengan perilaku diam untuk berpikir baru menjawab, ya. Kalau langsung menjawab itu sama dengan penghinaan. Maka itu, mimin kasih saran kalau mau sekolah ke Jepang, mungkin kamu perlu menerapkan hal ini.
☆ Etika itu selalu berlaku meskipun tidak ada saksi mata, sedangkan etiket hanya berlaku dalam pergaulan dan ada saksi mata. Contoh: ketika kamu kentut atau meludah pada saat makan bersama banyak orang, hal itu dianggap tidak sopan tetapi ketika kamu sendiri maka etiket itu tidak berlaku. Sedangkan etika seperti jangan membunuh, jangan mengambil milik orang lain, dan lain-lain akan selalu berlaku tanpa perlu adanya saksi mata.
♡ Etika bersifat absolut (mutlak), sedangkan etiket bersifat relatif sesuai dengan kebudayaan seseorang. Contoh: Etika jangan membunuh atau jangan melakukan perbuatan keji yang tidak manusiawi merupakan norma yang bersifat mutlak dan tidak bisa dikompromi jika hal itu sampai terjadi. Sedangkan etiket tergantung budaya masing-masing misalnya tata cara bersalaman di budaya barat yang menggunakan tangan kiri akan dianggap kurang sopan kalau dilakukan di Indonesia. Jadi, ini kembali lagi pada masing-masing etiket budaya.
◇ Etika memandang manusia dari segi dalamnya sedangkan etiket memandang manusia dari segi lahiriahnya. Contohnya: Berlaku baik (etiket) tetapi dengan maksud jahat sedangkan dari sudut pandang etika sikap itu dipandang tidak baik dan tidak bisa dibenarkan.
Ya, itulah 4 perbedaan lanjutan dalam sesi penjelasan perbedaan antara etika dan etiket. Jika ada hal baru yang mimin temuin lagi terkait perbedaan kedua hal ini, nanti mimin usahin buat bikin part 3 nya. Semoga membantu buat kalian mengerti, ya!
Oh, ya, kalau menurut kalian pendapat mimin ini ada yang keliru boleh banget berkomentar, soalnya mimin juga masih belajar dan selalu butuh masukan yang membangun dan kritis, but bukan hinaan, ya😅 jadi, intinya silahkan berpendapat kalau berkenan. Sekian dan Terima Kasih🙏
Sumber Referensi:
1.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://ejournal.unp.ac.id/index.php/ibs/article/download/9594/7091&ved=2ahUKEwi-9fOxmszzAhUUAXIKHRDyD3IQFnoECDQQAQ&usg=AOvVaw03MaEHAKIq2q4Qm2xIm1vX
2.Buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar" karya Prof.Deddy Mulyana,M.A.,Ph.D.
Comments
Post a Comment