Skip to main content

Sudut Opini: Perbedaan Etika dan Etiket (Part 2)

Hello, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan Tuhan, Amin. Sesuai janji minggu lalu, hari ini mimin akan menjelaskan lanjut perbedaan etika dan etiket. Sekadar mengulas lagi inti dasar dari perbedaan etika dan etiket, yakni "Etika itu lebih bersifat teoritis, sedangkan etiket bersifat pelaksanaan (implementasi). Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan kedua hal ini, yuk disimak bersama penjelasaannya.

Unsplash.com

Mengutip pendapat Bartens yang terdapat dalam Jurnal "Etiket Komunikasi Politik Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama", terdapat beberapa perbedaan etika dan etiket yang dikemukakan beliau, yakni:

♧ Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya, misalnya etika suku Indian, etika agama Budha, dan etika agama Protestan. Etika dalam hal ini berkaitan dengan sistem nilai. Jadi, seperti yang sudah mimin kemukakan sebelumnya ya, bahwa etika itu bersifat teoritis atau dengan kata lain berisi peraturan/pedoman yang harus diikuti oleh seseorang dalam suatu kelompok masyarakat. Contoh paling sederhana di Indonesia adalah etika sopan santun terhadap orang yang lebih tua. Sedangkan, Etiket adalah hal yang berkaitan dengan tata cara yang tepat dan sopan santun yang kerap kali berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu budaya ke budaya lain. Nah, sesuai penjelasan ini, sederhananya etiket itu menyangkut implementasi dari etika. Dan hal penting yang perlu digarisbawahi ialah setiap budaya punya etiket yang berbeda-beda. So, kamu yang harus pandai-pandai mengerti dan beradaptasi dengan budaya atau agama atau suku yang kamu kunjungi. Contohnya: etiket ketika menjawab pertanyaan di Budaya Jepang dan Indonesia cukup berbeda jauh. Di Indonesia, misal kalau ada pertanyaan dari Dosen langsung dijawab kita mungkin akan dianggap anak yang pandai atau rajin belajar, tetapi beda halnya dengan di Jepang. Kalau kamu langsung menjawab pertanyaan mereka, hal itu bisa dianggap sebagai suatu penghinaan, dimana mereka menganggap kamu seolah meremehkan pertanyaan itu tanpa berpikir. Intinya, disana etika sopan santun ketika menjawab pertanyaan, implementasinya melalui sikap diam. Tata cara menjawab pertanyaan disana itu harus didahului dengan perilaku diam untuk berpikir baru menjawab, ya. Kalau langsung menjawab itu sama dengan penghinaan. Maka itu, mimin kasih saran kalau mau sekolah ke Jepang, mungkin kamu perlu menerapkan hal ini.

☆ Etika itu selalu berlaku meskipun tidak ada saksi mata, sedangkan etiket hanya berlaku dalam pergaulan dan ada saksi mata. Contoh:  ketika kamu kentut atau meludah pada saat makan bersama banyak orang, hal itu dianggap tidak sopan tetapi ketika kamu sendiri maka etiket itu tidak berlaku. Sedangkan etika seperti jangan membunuh, jangan mengambil milik orang lain, dan lain-lain akan selalu berlaku tanpa perlu adanya saksi mata.

♡ Etika bersifat absolut (mutlak), sedangkan etiket bersifat relatif sesuai dengan kebudayaan seseorang. Contoh: Etika jangan membunuh atau jangan melakukan perbuatan keji yang tidak manusiawi merupakan norma yang bersifat mutlak dan tidak bisa dikompromi jika hal itu sampai terjadi. Sedangkan etiket tergantung budaya masing-masing misalnya tata cara bersalaman di budaya barat yang menggunakan tangan kiri akan dianggap kurang sopan kalau dilakukan di Indonesia. Jadi, ini kembali lagi pada masing-masing etiket budaya.

◇ Etika memandang manusia dari segi dalamnya sedangkan etiket memandang manusia dari segi lahiriahnya. Contohnya:  Berlaku baik (etiket) tetapi dengan maksud jahat sedangkan dari sudut pandang etika sikap itu dipandang tidak baik dan tidak bisa dibenarkan.

Ya, itulah 4 perbedaan lanjutan dalam sesi penjelasan perbedaan antara etika dan etiket. Jika ada hal baru yang mimin temuin lagi terkait perbedaan kedua hal ini, nanti mimin usahin buat bikin part 3 nya. Semoga membantu buat kalian mengerti, ya!

Oh, ya, kalau menurut kalian pendapat mimin ini ada yang keliru boleh banget berkomentar, soalnya mimin juga masih belajar dan selalu butuh masukan yang membangun dan kritis, but bukan hinaan, ya😅 jadi, intinya silahkan berpendapat kalau berkenan. Sekian dan Terima Kasih🙏 


Sumber Referensi:

1.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://ejournal.unp.ac.id/index.php/ibs/article/download/9594/7091&ved=2ahUKEwi-9fOxmszzAhUUAXIKHRDyD3IQFnoECDQQAQ&usg=AOvVaw03MaEHAKIq2q4Qm2xIm1vX

2.Buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar" karya Prof.Deddy Mulyana,M.A.,Ph.D.

Comments

Popular posts from this blog

GHOSTING: TERMASUK TEKNIK AVOIDANCE KOMUNIKASI? 🤔

  Hai.. sobat Creatikom, bagaimana nih kabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan baik yaa <33  Oh iya buat sobat Creatikom yang menjalankan ibadah puasa tetap semangat yaaa.. Well anyway, sesuai topik dan judulnya kita bakal ngebahas soal “ghosting”  hmmmm agak sensitif yah topik kali ini 😁 Ayo ngaku, siapa di sini yang pernah di-ghosting atau justru melakukannya? hmm, atau jangan-jangan justru kamu enggak sadar sudah melakukan hal itu?  Nah, mendengar kata “ghosting” pasti sudah tidak asing lagi bagi kita yaa, khususnya para millenial.  Ghosting: when someone cuts off all communication without explanation Dalam Cambridge Dictionary mengartikan ghosting sebagai sebuah cara ketika seseorang memilih untuk menghentikan semua bentuk komunikasi secara tiba-tiba. Dari sini, bisa dikatakan bahwa ghosting adalah ketika seseorang yang kita kenal dekat tiba-tiba menghilang atau tidak berkomunikasi lagi dengan kita tanpa sebuah alasan.  Ya, tanpa chat, tanpa te...

BAHASA LISAN

Hi, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan Tuhan ya 😇 Hari ini mimin balik lagi pengen berbagi pengetahuan seputar dunia komunikasi. So, kali ini mimin bakal berbagi tentang bahasa lisan dalam komunikasi. Unsplash.com  Menurut kamu apa itu bahasa? Dikutip dari buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar", Prof Deddy Mulyana mengatakan bahwa bahasa adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita. Seorang ahli teori bahasa, Michael Halliday mengatakan bahwa bahasa bukan hanya sekadar sebagai metode komunikasi tetapi menjadi kunci untuk belajar bagaimana menjadi anggota masyarakat. Nah, bahasa lisan sebagai sarana yang merepresentasikan pikiran maupun perasaan kita tentu punya pengaruh signifikan dalam komunikasi. Maka itu, pentingnya berhati-hati dalam menggunakan bahasa lisan dapat memberikan peluang bagi kita dalam mewujudkan komunikasi efektif. Contoh paling sederhana dari pengaruh penggunaan bahasa lisan dalam komunikasi bisa kita liha...

YUK, KENALAN DENGAN SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION): AKRONIM YANG MUNCUL TAHUN 1997

Hi, sobat Creatikom! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan yang Mahakuasa, ya, Amin. Hari ini mimin ingin melanjutkan pembahasan specialist social media terutama tentang  "SEO". Apa sih, pentingnya mempelajari hal ini? Berdasarkan beberapa sumber yang sudah mimin baca terdapat banyak penjabaran peristiwa kompleks yang berusaha mengungkapkan seperti apa sejarah hadirnya istilah SEO dalam dunia digital.  Di balik istilah SEO terdapat banyak sekali rentetan peristiwa hebat yang melatarbelakangi munculnya akronim ini. Unsplash.com Nah, sederet peristiwa itu mimin uraikan singkat saja ya, dimulai dari tahun 1991. Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1991, ketika terjadinya peluncuran web site pertama dunia melalui browser  World Wide Web (WWW)  yang diciptakan oleh sosok pria kelahiran London, bernama Tim Berner-Lee. Berkat kecerdasan beliau, untuk pertama kalinya web site itu dibuat dan diluncurkan dengan memakai komputer NExt ciptaan perusahaan NExt milik Steve Jobs....