Hi happy new year sobat creatikom 💗
Gimana nih awal tahunnya? uhm tahun baru tentunya dengan semangat baru yaa gaksih??
Mimin aja ngetik ini sembari ngemilin soes coklat di tengah cuaca yang mendung aja tetap SEMANGAT kok… uhm yah emang iya sih cuacanya bikin ngantuk, tapiiii bagian ngemilnya itu yang bikin semangattttt
haha gak dengg.. 😁✌
Mimin semangat gini yah karena mimin mau berbagi informasi untuk semua sobat creatikom dong pastinyaaa <3
Okay.. kali ini mimin bakal ngebahas soal 3 tipe atau gaya dalam berkomunikasi, ada yang tau gak 3 tipe itu apa aja ?
"Lah kok 3 ??! Dijudul bukannya 4 yah ? GIMANA SIHH?!!"
Iyaa iyaa.. ada 4 tipe kok. Jangan agresif dulu, tadi cuma bercanda kok hehe 😁
Every person has a unique communication style, a way in which they interact and exchange information with others.
There are four basic communication styles: passive, aggressive, passive-aggressive and assertive.
Jadi, ada 4 tipe/gaya dalam berkomunikasi yang sobat creatikom wajib tahu nih. Karena wajib, maka sobat creatikom harus membacanya sampai selesai yah.. 😏
Passive Communication (Submissive)
Nah, orang yang memiliki tipe gaya pasif ini cenderung akan lebih banyak diam, kurang berekspresi dan tidak mau menyuarakan apa yang dia rasakan. Komunikator tipe ini tidak mendominansi percakapan atau diskusi yang sedang dilakukan. Tipe komunikator yang pasif tentu akan lebih banyak mendengar dan cenderung menerima pendapat orang lain atau mengikuti suara yang mayoritas, mereka bisa dikatakan orang yang kurang percaya diri sehingga merasa bahwa lebih baik tidak bersuara daripada memicu konflik dengan perkataan dan argumen-argumen yang dikeluarkan.
Contoh bentuk komunikasi pasif :
“Aku tidak tahu…” “Terserah kamu, aku ngikut aja”
“Karena kamu yang senior, maka kamu yang berhak mengambil keputusan”
Aggressive Communication
Nah, orang yang memiliki tipe komunikasi agresif adalah tipe komunikator yang mau menang sendiri dan selalu mendominansi percakapan yang ada. Dalam proses komunikasinya, kontak mata yang terjadi terasa tajam dan intimidatif, komunikasi agresif selalu melibatkan manipulasi dimana mereka berusaha untuk membuat orang melakukan atau menyetujui apa yang mereka katakan.
Contoh bentuk komunikasi agresif :
“Lakukan saja!” “Kamu salah, saya yang benar” “Saya berhak …”
“Kamu sangat bodoh jika berpikir cara ini akan berhasil.” “Jangan protes”
Passive-Aggressive Communication
Bentuk pola komunikasi pasif-agresif, memungkinkan untuk menghindari konflik atau konfrontasi secara langsung tapi kemudian berusaha untuk memanipulasi keadaan agar sesuai dengan apa yang diinginkannya. Umumnya mereka yang berkomunikasi dengan gaya pasif-agresif memiliki kata-kata yang menyenangkan, tapi tindakannya tidak sejalan dengan hal tersebut.
Contoh bentuk komunikasi pasif-agresif :
“Aku suka rambutmu. Mungkin banyak orang tidak pernah mengatakan bahwa itu cuma wig.”
“Bagiku tidak masalah, tapi jangan kaget bila orang lain marah”
“Fine, whatever” – “ok, terserah”
After saying something rude, sarcastic, or damaging :
“I was only joking.” – “yaelah bercanda doang kali...”
Assertive Communication
Dianggap sebagai bentuk komunikasi yang paling efektif, gaya komunikasi asertif menampilkan hubungan komunikasi yang terbuka tanpa bersikap sombong. Komunikator asertif dapat mengekspresikan kebutuhan, keinginan, ide dan perasaan mereka sendiri, sementara juga mempertimbangkan kebutuhan orang lain. Pola komunikasi ini bisa dipahami dengan penjelasan tentang “win-win solution”. Jadi, intinya komunikasi yang dilakukan dengan saling menghormati hak dan pendapat masing-masing. Tujuan dari komunikasi jenis ialah untuk mengkomunikasikan informasi dengan bertanggung jawab dan agar saling dimengerti satu sama lain. Komunikasi ini cukup efektif untuk mendapatkan solusi dari suatu permasalahan dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Bentuk komunikasi asertif :
“Saya sangat menghargai Anda, apalagi jika Anda mau mengutarakan pendapat Anda dengan lebih jelas lagi.”
“Kita semua memiliki hak untuk mengekspresikan diri kita dengan hormat dan jujur.”
“Saya rasa lebih efisien bila kita….”
Nah, dari penjelasan tadi tentu tipe/pola Komunikasi Asertif (Assertive Communication) adalah tipe/pola berbicara yang paling tepat dan efektif. Karena bagaimanapun kita sebagai komunikator harus bisa memberi ruang, menghargai dan menghormati setiap hak dan pendapat masing-masing lawan bicara kita begitupun sebaliknya.
Baca juga : Pentingnya bersikap asertif
Namun demikian, bukan berarti kita tidak bisa menerapkan pola komunikasi yang lainnya. Dengan memahami keempat pola komunikasi tersebut, diharapkan kita sebagai orang yang berpendidikan dapat meningkatkan kemampuan kontrol diri (self control) dalam berkomunikasi dengan orang lain. Kita harus bisa menempatkan diri kapan harus bersikap pasif, agresif, asertif maupun kombinasinya.
Nah sekian dulu yah teman-teman, tidak terasa juga mimin udah ngehabisin soes coklatnya setoples nih 😬. Semoga pembahasan singkat mengenai empat tipe/pola dalam komunikasi ini bermanfaat yah! Kalau berkenan boleh dong dishare postingan ini atau meninggalkan saran maupun masukan yang membangun.. uhm kalau ada yang mau ngirimin soes coklat kerumah mimin juga boleh kok, hehe 😙
Thank you <33
Penulis : Unique Pandie
Sumber Referensi :
https://teentalk.ca/learn-about/communication-2/
https://artikelpustakawan.wordpress.com/2012/11/07/pola-komunikasi-untuk-profesional-informasi/
Comments
Post a Comment