Skip to main content

Miskomunikasi (Miscommunication)




Hi Sobat Creatikom, bagaimana nih kabarnya?

Semoga semuanya dalam keadaan yang baik yah <33

Uhm by the way, siapa disini yang ngerasa kalau hari berlalu semakin cepat?! IYAAA.. semakin cepat tau, Mimin aja ngerasa baru banget movie marathon dihari Sabtu eh tau taunya udah hari Senin aja hehe 😅

Tapi bagaimanapun kita semua harus tetap semangat dan harus bisa tetap produktif yah <33

Kali ini Mimin mau berbagi sesuatu yang pastinya bermanfaat banget buat Sobat Creatikom semua, ini juga bekal yang wajib banget sih Sobat ketahui. Nah tanpa perlu berlama lagiii, cusss dibaca!! Oh iya jangan lupa juga buat share ke Sobat lain, biar mereka juga dapat informasi bermanfaat ini.





Sadar atau tidak setiap hari kita melakukan komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Nah pada dasarnya, komunikasi sangatlah sederhana, hanya seputar mengirimkan pesan, menerima pesan, dan begitu seterusnya. Namun, pada kenyataannya tidaklah sesederhana itu yah teman-teman. Ada banyak faktor penganggu yang akhirnya menyebabkan miskomunikasi.

Nah Udah Pada Tahu Belum Apa Itu Miskomunikasi?

“Wah kita belum pada tahu nih Min, yang kita tahu hanya MisyuuAyang aja” 😏✌

Nah jadi gini, miskomunikasi atau yang biasa disingkat orang-orang dengan “miskom” adalah kesalahan memaknai informasi antara pengirim dan penerima pesan. Baik dua atau lebih individu yang terlibat, semuanya memiliki perbedaan pemahaman akan pesan yang disampaikan. Bayangkan apabila informasi yang diberikan sangatlah penting, apakah tidak akan menimbulkan permasalahan?

Miskomunikasi dianggap sebagai sebuah kegagalan, kegagalan dalam berkomunikasi secara efektif. Ada banyak hal yang bisa menjadi faktor kegagalan berkomunikasi, baik dari sisi pemberi maupun penerima informasi. 



Nah kali mimin mau bocorin empat hal yang paling sering ditemui sebagai faktor penyebab terjadinya miskomunikasi. 

1. Kurang atau Tidak Memahami Inti Pembicaraan

Kurang pemahaman akan inti atau substansi pembicaraan bisa terjadi karena beberapa hal, yang paling mendasar ialah tidak menyimak bahasan secara keseluruhan hingga kesalahan persepsi.
Menyimak sebuah informasi secara sepotong-sepotong bisa berujung pada ketidaktahuan akan inti, maksud, dan tujuan sebuah pembicaraan. Hal ini jugalah yang mengarah pada kesalahan persepsi antara pembicara dan penerima.

2. Asumsi

Asumsi bisa diartikan sebagai dugaan yang dianggap benar namun tidak pernah dikonfirmasi kebenarannya. Hal ini sebenarnya lumrah terjadi dalam proses komunikasi. Namun, akan lebih baik jika kita memastikan apakah asumsi tersebut tepat atau tidak.

3. Ketidakjelasan

Ketidakjelasan atau ambiguitas terjadi ketika pesan tidak sepenuhnya tersampaikan. Bisa karena pembicara yang salah ucap, konteks yang tidak jelas, atau informasi penting yang tertinggal. Semakin diperburuk pula jika penerima mengalami salah dengar dan tidak bisa mengajukan pertanyaan klarifikasi.

4. Kelebihan Informasi

Kesalahahpahaman dalam mencerna informasi juga bisa terjadi ketika informasi yang masuk terlalu banyak atau berlebihan. Terlebih jika informasi ini membuat pesan yang esensial terlewat. Oleh karena itu, kita disarankan menyortir terlebih dahulu informasi yang hendak disampaikan berdasarkan skala prioritas atau urgensinya. Nah atau dengan kata lain, tidak usah bertele-tele. Atau kalau kata orang Kupang "son usah talalu bataputar leh, langsung inti sa". Karena untuk sebagian orang, jika kita sebagai Komunikator terlalu banyak "ngebacot" maka mereka sebagai Komunikan juga akan kesulitan menerima pesan yang menjadi inti dari pembicaraan, dan otomatis hal ini bisa memicu terjadinya miskomunikasi.

Lalu Bagaimana Kita Meminimalisir Agar Tidak Terjadinya Miskomunikasi ?


Nah jika kita diposisi sebagai si pengirim pesan (Komunikator)
  • Sedapat mungkin komunikasikan apa yang Anda maksudkan secara langsung sehingga orang lebih mudah mengartikan.
  • Mintalah feedback/klarifikasi dari lawan bicara sehingga Anda bisa memastikan bahwa pesan Anda diterima dengan baik.
Sebaliknya jika kita diposisi sebagai si penerima pesan (Komunikan)
  • Sadari bahwa dalam komunikasi kita juga harus membaca konteks, emosi dan status dari lawan bicara. Jangan hanya mengartikan secara harafiah saja
  • Jikalau ada hal yang Anda ragukan segeralah klarifikasi atau bertanya sehingga tidak salah menangkap pesan atau makna yang dimaksudkan.

Oke deh sekian dulu yah pembahasan singkat mengenai “Miskomunikasi”!!
Mimin berharap informasi tadi bisa dipahami dengan baik yah! Oh iyaa kalau berkenan boleh dong dishare postingan ini atau meninggalkan saran maupun masukan yang membangun.😗

Thank you  <33

Penulis : Unique Pandie

Sumber Referensi 

https://accurate.id/lifestyle/miskomunikasi/



Comments

Popular posts from this blog

GHOSTING: TERMASUK TEKNIK AVOIDANCE KOMUNIKASI? 🤔

  Hai.. sobat Creatikom, bagaimana nih kabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan baik yaa <33  Oh iya buat sobat Creatikom yang menjalankan ibadah puasa tetap semangat yaaa.. Well anyway, sesuai topik dan judulnya kita bakal ngebahas soal “ghosting”  hmmmm agak sensitif yah topik kali ini 😁 Ayo ngaku, siapa di sini yang pernah di-ghosting atau justru melakukannya? hmm, atau jangan-jangan justru kamu enggak sadar sudah melakukan hal itu?  Nah, mendengar kata “ghosting” pasti sudah tidak asing lagi bagi kita yaa, khususnya para millenial.  Ghosting: when someone cuts off all communication without explanation Dalam Cambridge Dictionary mengartikan ghosting sebagai sebuah cara ketika seseorang memilih untuk menghentikan semua bentuk komunikasi secara tiba-tiba. Dari sini, bisa dikatakan bahwa ghosting adalah ketika seseorang yang kita kenal dekat tiba-tiba menghilang atau tidak berkomunikasi lagi dengan kita tanpa sebuah alasan.  Ya, tanpa chat, tanpa te...

BAHASA LISAN

Hi, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan Tuhan ya 😇 Hari ini mimin balik lagi pengen berbagi pengetahuan seputar dunia komunikasi. So, kali ini mimin bakal berbagi tentang bahasa lisan dalam komunikasi. Unsplash.com  Menurut kamu apa itu bahasa? Dikutip dari buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar", Prof Deddy Mulyana mengatakan bahwa bahasa adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita. Seorang ahli teori bahasa, Michael Halliday mengatakan bahwa bahasa bukan hanya sekadar sebagai metode komunikasi tetapi menjadi kunci untuk belajar bagaimana menjadi anggota masyarakat. Nah, bahasa lisan sebagai sarana yang merepresentasikan pikiran maupun perasaan kita tentu punya pengaruh signifikan dalam komunikasi. Maka itu, pentingnya berhati-hati dalam menggunakan bahasa lisan dapat memberikan peluang bagi kita dalam mewujudkan komunikasi efektif. Contoh paling sederhana dari pengaruh penggunaan bahasa lisan dalam komunikasi bisa kita liha...

YUK, KENALAN DENGAN SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION): AKRONIM YANG MUNCUL TAHUN 1997

Hi, sobat Creatikom! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan yang Mahakuasa, ya, Amin. Hari ini mimin ingin melanjutkan pembahasan specialist social media terutama tentang  "SEO". Apa sih, pentingnya mempelajari hal ini? Berdasarkan beberapa sumber yang sudah mimin baca terdapat banyak penjabaran peristiwa kompleks yang berusaha mengungkapkan seperti apa sejarah hadirnya istilah SEO dalam dunia digital.  Di balik istilah SEO terdapat banyak sekali rentetan peristiwa hebat yang melatarbelakangi munculnya akronim ini. Unsplash.com Nah, sederet peristiwa itu mimin uraikan singkat saja ya, dimulai dari tahun 1991. Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1991, ketika terjadinya peluncuran web site pertama dunia melalui browser  World Wide Web (WWW)  yang diciptakan oleh sosok pria kelahiran London, bernama Tim Berner-Lee. Berkat kecerdasan beliau, untuk pertama kalinya web site itu dibuat dan diluncurkan dengan memakai komputer NExt ciptaan perusahaan NExt milik Steve Jobs....