Hi, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan Tuhan ya😇 Hari ini mimin balik lagi pengen berbagi pengetahuan seputar dunia komunikasi.
So, kali ini mimin bakal berbagi tentang bahasa
lisan dalam komunikasi.
Menurut kamu apa itu bahasa?
Dikutip dari buku "Ilmu Komunikasi Suatu
Pengantar", Prof Deddy Mulyana mengatakan bahwa bahasa adalah sarana utama
untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita. Seorang ahli teori bahasa,
Michael Halliday mengatakan bahwa bahasa bukan hanya sekadar sebagai metode
komunikasi tetapi menjadi kunci untuk belajar bagaimana menjadi anggota
masyarakat.
Nah, bahasa lisan sebagai sarana yang merepresentasikan pikiran
maupun perasaan kita tentu punya pengaruh signifikan dalam komunikasi. Maka
itu, pentingnya berhati-hati dalam menggunakan bahasa lisan dapat memberikan
peluang bagi kita dalam mewujudkan komunikasi efektif.
Contoh paling sederhana dari pengaruh penggunaan bahasa
lisan dalam komunikasi bisa kita lihat dalam video viral beberapa waktu lalu
yang terjadi dalam ajang bergengsi penghargaan Academy Awards atau
biasa dikenal dengan piala Oscar, yang mana dalam video ini
menunjukkan Will Smith menampar Chris Rock karena perkataan Chris terhadap
istri Will Smith yang tak pantas.
Dari konteks kejadian ini, mimin menemukan bahwa sadar atau
tidak sifat irreversible komunikasi muncul disana dan akan mempengaruhi komunikasi
mereka ke depannya. Dengan kata lain, sekalipun jika Chris meminta maaf maaf
atas apa yang diucapnya, hal ini tidak dapat mengubah realitas bahwa dia telah
mengatakan sesuatu yang menyinggung Will Smith.
Disinilah contoh paling sederhana yang dapat menunjukkan
pentingnya penggunaan bahasa lisan secara berhati-hati. Sebab bahasa lisan yang
bersifat spontan itu memiliki realitas dengan efek yang tidak dapat diubah
(irreversible), ketika kita sudah mengatakannya.
Efek langsung yang bisa kita lihat dan rasakan dari bahasa
lisan dalam kejadian tersebut adalah Chris mendapatkan tamparan dari Smith dan respon
kurang menyenangkan dari publik.
Terakhir, mimin pengen ngutip salah satu ungkapan orang
Inggris yang pernah mimin baca di buku Prof Deddy Mulyana yang berbunyi “To
forgive but not to forget”. Tak dapat dipungkiri ya, bahwa kesalahan bahasa
lisan mungkin bisa dimaafkan oleh orang tetapi belum tentu dilupakan oleh orang
lain. Hayo ngaku siapa nih yang punya kepribadian yang sama dengan ungkapan
tersebut?😅
Jika kamu salah satunya, yuk refleksi bareng, sudahkah kita
lebih mawas diri dalam berkata-kata?
OK sekian dulu, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian
dan bisa direfleksikan bersama-sama ya. See you when I see you😉
https://www.studysmarter.de/en/explanations/english/language-acquisition/halliday/
Buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Prof.Deddy
Mulayana,M.A.,Ph.D. https://www.google.com/amp/s/www.cnnindonesia.com/hiburan/20220329062459-234-777256/7-fakta-soal-aksi-will-smith-tampar-chris-rock/amp

Comments
Post a Comment