Skip to main content

Creatikom menggandeng KPU dan Bawaslu Kota Kupang menyelenggarakan CreatiTalk bertajuk “Anak Muda Menepis Apatis menuju Pemilu 2024”.


Kupang
– Dalam rangka menuju pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada bulan Februari mendatang, Creatikom menyelenggarkan CreatiTalk bertajuk “Anak Muda Menepis Apatis menuju pemilu 2024”. Diskusi ini menghadirkan KPU, Bawaslu dan perwakilan Anak Muda sebagai kunci karena melihat dari jumlah pemilih pemula yang mendominasi di Kota Kupang. 

CreatiTalk dilaksanakan di Kantor Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) daerah Nusa Tenggara Timur yang bertempat di Naikolan dengan dihadiri kurang lebih 38 anak muda perwakilan komunitas yang anak di Kota Kupang. Topik diskusi dari tiap narasumber terdiri atas Praktik politik yang sehat dan membangun lingkungan politik yang inklusif dan beradap bagi anak muda, mendorong partisipasi aktif anak muda dan kampanye kreatif dan kritis anak muda menuju pemilu 2024. Sekaligus persembahan orasi dari Radith (Perwakilan Anak Muda). 

Membuka kegiatan ini, Merlinda Santina Ximenes selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan karena keresehan bahwa banyak pemilih pemula yang secara langsung menyatakan bahwa akan golput pada pemilu 2024 mendatang padahal kontribusi kita sebagai anak muda dapat dibuktikan dengan suara kita untuk memilih siapa yang nantinya menjadi pemimpin dan perwakilan aspirasi suara rakyat. Selain itu Merlinda juga menegaskan bahwa penyelenggaran kegiatan ini dilaksakan melalui kolaborasi karena Creatikom merupakan komunitas baru sehingga pendanaan yang dimiliki tidak cukup untuk menyelenggarakan kegiatan semacam ini sehingga narasumber yang hadir pun secara sukarelawan begitupun dengan semua kompenen yang digunakan secara kolaborasi dengan lembaga maupun komunitas di Kota Kupang. “Ini semua kita pinjam, mulai dari gedung dari PKBI NTT dan komunitas lainya, artinya gerakan ini tidak bekerja sendiri” tegas Merlinda. 


Selanjutnya penyampaian materi oleh ketiga narasumber tentang partispasi anak muda nantinya pada pemilu 2024. Perwakilan dari 

Bawaslu Kota Kupang, Muhamad Fathuda menyampaikan mengenai “Partipasi” yaitu keinginan diri sendiri terhadap suatu giat atau keadaan tertentu yang mana ada kaitkannya dengan pengawasan dari Bawaslu mengenai Pemilu, anak muda bisa berpartispasi dengan cara ikut mengawasi dan tidak menyebarkan berita hoax mengenai pemilu.

Hal serupa kemudian disampaikan oleh Wely N. Adelaide Hayer dari KPU Kota Kupang berkaitan dengan partisipasi anak muda sekaligus mengapresiasi Creatikom karena telah menyelenggrakan diskusi ini sebagai bentuk partisipasi aktif dan peduli. Dalam diskusi ini KPU Kota Kupang menghightlight sebanyak 3.000 anak muda belum mempunyai KTP namun setelah adanya pendekatan dan komunikasi sudah ada perubahaan sebanyak 2.000. Hal ini pula yang menjadi keresahan KPU untuk partisipasi anak muda apakah hanya ikutan trend atau menggunakan makna partisipasi secara baik dan bijaksana dengan cara elegan untuk protes bukan turun ke jalanan tetapi langsung ke TPS. 

Perwakilan anak muda, Godelfridus Maulaku juga menyampaikan berkaitan dengan partisipasi anak muda yang mana dulunya anak muda ditakuti karena keberanian, sekarang anak muda dimasukan kedalam intrumen politik yang dihitung berdasarkan kuantitas, anak muda harus kritis dan jangan terpancing dengan kampanye di media sosial mengenai pemilu yang menyasar secara kuantitas bukan kualitas. 

Baca juga: Berita ini


Diskusi ini di moderatori Kak Joy Mone dari Creatikom dengan tujuan mengajak anak muda untuk tidak apatis karena peran anak muda sangat vital sehingga bisa memilih dengan bijak dan jangan golput serta membangun kesadaran dan menstimulus anak muda sebagai pemilih pemula untuk memilih dengan baik. 

Menutup seluruh rangkaian kegiatan ini, Radith selaku perwakilan anak muda menyampaikan keresahan terkait pemilu dalam bentuk orasi yang memukau. (MX)

Comments

Popular posts from this blog

GHOSTING: TERMASUK TEKNIK AVOIDANCE KOMUNIKASI? 🤔

  Hai.. sobat Creatikom, bagaimana nih kabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan baik yaa <33  Oh iya buat sobat Creatikom yang menjalankan ibadah puasa tetap semangat yaaa.. Well anyway, sesuai topik dan judulnya kita bakal ngebahas soal “ghosting”  hmmmm agak sensitif yah topik kali ini 😁 Ayo ngaku, siapa di sini yang pernah di-ghosting atau justru melakukannya? hmm, atau jangan-jangan justru kamu enggak sadar sudah melakukan hal itu?  Nah, mendengar kata “ghosting” pasti sudah tidak asing lagi bagi kita yaa, khususnya para millenial.  Ghosting: when someone cuts off all communication without explanation Dalam Cambridge Dictionary mengartikan ghosting sebagai sebuah cara ketika seseorang memilih untuk menghentikan semua bentuk komunikasi secara tiba-tiba. Dari sini, bisa dikatakan bahwa ghosting adalah ketika seseorang yang kita kenal dekat tiba-tiba menghilang atau tidak berkomunikasi lagi dengan kita tanpa sebuah alasan.  Ya, tanpa chat, tanpa te...

BAHASA LISAN

Hi, guys! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan Tuhan ya 😇 Hari ini mimin balik lagi pengen berbagi pengetahuan seputar dunia komunikasi. So, kali ini mimin bakal berbagi tentang bahasa lisan dalam komunikasi. Unsplash.com  Menurut kamu apa itu bahasa? Dikutip dari buku "Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar", Prof Deddy Mulyana mengatakan bahwa bahasa adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita. Seorang ahli teori bahasa, Michael Halliday mengatakan bahwa bahasa bukan hanya sekadar sebagai metode komunikasi tetapi menjadi kunci untuk belajar bagaimana menjadi anggota masyarakat. Nah, bahasa lisan sebagai sarana yang merepresentasikan pikiran maupun perasaan kita tentu punya pengaruh signifikan dalam komunikasi. Maka itu, pentingnya berhati-hati dalam menggunakan bahasa lisan dapat memberikan peluang bagi kita dalam mewujudkan komunikasi efektif. Contoh paling sederhana dari pengaruh penggunaan bahasa lisan dalam komunikasi bisa kita liha...

YUK, KENALAN DENGAN SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION): AKRONIM YANG MUNCUL TAHUN 1997

Hi, sobat Creatikom! Apa kabar? Semoga selalu dalam penyertaan yang Mahakuasa, ya, Amin. Hari ini mimin ingin melanjutkan pembahasan specialist social media terutama tentang  "SEO". Apa sih, pentingnya mempelajari hal ini? Berdasarkan beberapa sumber yang sudah mimin baca terdapat banyak penjabaran peristiwa kompleks yang berusaha mengungkapkan seperti apa sejarah hadirnya istilah SEO dalam dunia digital.  Di balik istilah SEO terdapat banyak sekali rentetan peristiwa hebat yang melatarbelakangi munculnya akronim ini. Unsplash.com Nah, sederet peristiwa itu mimin uraikan singkat saja ya, dimulai dari tahun 1991. Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1991, ketika terjadinya peluncuran web site pertama dunia melalui browser  World Wide Web (WWW)  yang diciptakan oleh sosok pria kelahiran London, bernama Tim Berner-Lee. Berkat kecerdasan beliau, untuk pertama kalinya web site itu dibuat dan diluncurkan dengan memakai komputer NExt ciptaan perusahaan NExt milik Steve Jobs....